Tuesday, April 19, 2016

Rumah Keluarga Phan Bong Sin

Rumah no. 41 ini didirikan tahun 1951 0leh Phan Bong Sin( 潘 王 身 ) setelah sebuah bedol desa dari Kampung Lama -Kai Hong akibat pengerukan projek timah oleh perusahan Tambang Timah bangka yang waktu itu walupun sudah merdeka masih dikuasai dan dijalankan oleh para pegawai Belanda. Dan kini lokasi lama bekas rumah keluarga Phan Bong Sin sudah menjadi sungai di depan rumah Tjhai A Sen dan di belakang pabrik bata Hon Long.
***
Lokasi rumah di kampung baru ii diperoleh dengan cara cabut undian untuk menentukan lokasi tiap keluarga . Sehingga terhindar dari sengketa dan saling rebut. Batas kampung baru ini berada dari sekolah Maria Goretti -yang kini sudah berdiri berdampingan dengan Klenteng baru yang didirikan 4 tahun yang lalu- sampai batas Kampung Bawah. Jumlah asli keluarga yang pindah waktu itu sekitar 30-33 bubungan rumah sampai batas rumah keluarga Phan Men Tjan no. 37. Tapi sekarang jumlahnya sudah bertambah dengan banyak didirikan rumah-rumah baru oleh keluarga baru generasi ketiga.
***
Keluarga Phan Bong Sin memiliki sebuah pabrik bata genteng terbesar di seluruh kampung yang didirikan pada tahun 1950-an. Dan pabrik ini menjadi yang terbesar diseluruh Sungailiat pada jamannya. Keluarga menjadi keluarga yang terpandang dan di segenai diseluruh kampung. Karena anggota keluarga merkea juga menikah dengan beberapa anggota keluarga Kampung yang lain yang juga memiliki jaringan bisnis pabrik bata dan gentang yang sangat maju pada dekade 1960-1990-an , yang kemudian perlanhan-lahan meredup dan akhirnya tutup dan menghilang dari bisnis ini menjelang awal 2000-an.
***

Jakarta, 10 Maret 2008

Thursday, April 3, 2008

Rumah Keluarga Thai Bong Sun ( Chie Khie Sun )

Rumah keluarga Thai Bong Sun ini tak banyak berubah. yang berubah hanya penambahan pagar luar. Dulu jalanan orang kampung berada beberapa meter dari rumah ini. Jalanan untuk sepeda dan juga motor. Tapi tahun-tahun berganti , kehidupan sosial masyarakat kampung mulai memudar sesuai perubahan jaman dan pagar-pagar berdiri membatasi rumah-rumah yang dulu tak berjarak,akrab. Kini banyak rumah di kampung memiliki pagar, menjadi terasing.
***
Nama sebenarnya bukanlah Thai Bong Sun tapi nama aslinya  Chie Khie Sun. Mereka sekeluarga sekarang menjadi pedagang klontongan  di kampung jalan laut.
***
Thai Bong Sun-Papanya Muk Co- meninggal ketika kami masih di bangku awal SD. Mungkin sekitar paruh tahun 1975-an sebelum tahun 1980. Jadi ketika Muk Co masih kelas 3-4 SD. Papa nya meninggal akibat sakit yang tiba-tiba mungkin jantungan karena meninggal mendadak setelah beberapa jam mandi siang bolong. Kata orang kampung " kesepo " atau mandi dalam kondisi yang terlalu panas sehingga seperti gelas syang panas tiba-tiba di siram air dingin langsung retak. Tapi tak ada kabar jelas penyebab kematian yang sesungguhnya.
***
Rumah ini dulu adalah toko sekaligus rumah seorang perempuan yang bernama A Kian. Nama lengkapnya adalah mungkin Chie A Kian ,tapi karena sudah lama ditinggal mati suaminya dan lama menjadi janda, maka sejak dulu kami orang-orang kampung hanya mengenal beliau sebagai Jando Kian.
***
Jando Kian adalah kakak perempuan Chie Ki Sun ( Thai Bong Sun ). Dari raut wajahnya nampak beliau adalah seorang perempuan yang cantik ketika muda. Hidungnya mancung dengan bibir yang kecil dan pasti menjadi banyak pujaan para laki-laki kampung di masanya. Kami sendiri memanggilnya dengan Ku Pho Akian.
***
Toko beliau dulu berada di dalam rumah kemudian ketika bisnis mulai membaik dan meningkat , beliau membuat tambahan ruangan di sebelah kanan dari rumah ini yang di dalam foto sudah ada tak ada lagi dibongkar bertahun lalu atau setelah beliau meninggal dunia. Pintu warna biru muda yang memudar di samping rumah itu dulu adalah pintu ruangan toko itu.
***
Continued..2008