***
Wanita yang bernama asli A Nyong ini adalah adik bungsu dari Tjung Kie Nyong, istri Liu Jau Khie, A Thai Kung kami dari garis Mama Liu Na Nie , ayah dari Liu Kang Jit. Wajah wanita ini sangat samar-samar kami kenal. Aku kira sewaktu kecil beliau masih hidup dan tinggal seorang diri di hari tua nya. Anak-anaknya sudah merantau dan hijrah ke Jakarta semua. Tak ada satupun yang kuingat anggota dari keluarga ini.
***
Rumah ini kosong beberapa lama. Banyak juga anggota keluarga dari orang kampung yang pernah menyewa dan menempati rumah ini. Salah satu penyewa ataupun penghuni terlama mungkin adalah keluarga A Fen Adoi dan istrinya Yan Yan. A Fen Adoi adalah cucu dari garis keturunan Liu Chit. Sedangkan Liu Chit adalah anak keempat dari Liu A Piang dan Jun Moi.
***
Nama Liu Chit bagi orang kampung Jalan Laut adalah nama sebuah tanjakan menuju ke kampung lama. Terletak di depan rumah A Mui. Rumah A Mui dulu adalah rumah Liu Chit yang kemudian di jual dan dibeli oleh keluarga A Mui. Kini tanjakan itu sudah rata oleh asapal jalan. Ketika kami kecil tanjakan adalah sebuah tanjakan yang menjadi titk penting yang menentukan. Karena tanjakan ini -Song Liang Liu Chit orang kampung namakan -sangat seram dan menakutkan, karena dipenuhi oleh pekuburan tua yang terhampar depan , kiri dan kanan jalan menuju kampung baru.
***
Sebelum jalan aspal yang sekarang ada, kami biasanya pulang melewati samping rumah Liu Ten Fu yang gelap karena listrik tak ada dan strongking sudah lama padam, lalu mesti melewati rumah kosong Ngong Hak yang membuat bulu kuduk berdiri. Setelah itu baru ada terahg dari kampung setelah melewati rumah Liu Sin Tong. Sementara rumah Thai Jie Pho Calo gelap dan kosong.
***
Dulu di samping kanan rumah tua ini di bagian depan , ada sebatang pohon cempedak yang sangat tinggi , besar dna rimbun dan berbuah sepanjang tahun tapi sayang sekali buah-buahnya tak banyak yang bisa di makan, karena lebih bayak membusuk dan rusak oleh hama lalat dna tikus. Lalu jatuh tak pernah dapat dimakan. Sehingga di lantai tanah sekitar pohon cempedak itu menjadi snagat kotor oleh buah cempedak yang berhamburan rusak.
***
Tahun 2000-an rumah ini dihuni oleh Liu Men Fai ( A Khiu Bong Ang ) anak laki-laki pertama Liu Kang Jit dari istri Lim A Tik atau anak laki-laki ke lima dari semua keturunan Liu kang Jit. Liu men Fai pindah ke rumah ini setelah beberapa tahun sempat kosong dan menjadi terlantar. Rumah ini dulu sempat menyeramkan karena tak berpenghuni sekian tahun.
***
Rumah yang diperkiraan berumur sama dengan rumah tua di kampung baru ini terletak tepat dibelakang rumah Liu Sin Tong. Dulu di depan rumah tua ini ada sebatang pohon rambutan milik keluarga Liu Sin Tong. Tumbuh tinggi dan rimbun. Buahnya lumayan enak dimakan dan manis tapi saking tingginya terkadang kami takut juga untuk naik ke atasnya. Terlalu garing. Sudah rapuh.
***
Rumah yang sudah berumur lebih dari 50-an tahun ini walaupun nampak tua dan rentah tapi kelihatan kuat dan tak renyot. Papan-papan depannya masih nampak bagus dan tak ada rayap. melihat dari fisiknya, nampaknya rumah ini tetap akan bertahan lebih lama dari satu dekade lagi.
***
Cibubur , 20 Maret 2008
No comments:
Post a Comment